Feeds:
Posts
Comments

1 Agustus 2009

Met Ulang Tahun ^^
jaga kesehatan, teruskan perjuanganmu !!!

24 Juli 2009

tanggal 22 kmrn merupakan hari bersejarah, aq bersedia untuk mengerjakan sebuah proyek e content di BRI jakarta (daerah semanggi). jujur g kebayang sama sekali entar bakal gimana, lagian entar tuh memakai flash, wah mesti belajar lagi nih, terakhir pake flash tuh smester 2, itu udah sekitar 2 thn yg lalu, dah lupa, apa lagi pake action script, hmmm ayo berjuang.
masalahnya entah kenapa skrng gw lagi bad mood, oh tidak
oh god what’s wrong with me ?

Tanggal 22 kemarin mungkin bisa dikatakan hari penting, aq bersedia untuk mengerjakan sebuah proyek E-Content di BRI jakarta (daerah semanggi). Jujur saja ga kebayang sama sekali entar tuh bakal kaya gimana. Lagian entar tuh pake flash, terakhir pake flash itu semester 2, itu sudah sekitar 2 tahun yang lalu … mhmm mesti belajar lagi nih ..

masalahnya entah kenapa skrng ini bawaannya bad mood mulu… kenapa yah ?

Oh God what’s wrong with me ?

17 July 2009

Akhirnya setelah lama menunggu gw bisa juga membuat program AR yg bergerak secara otomatis
T_T

Sebuah cerita

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. 
Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. 
“Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. 
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya- tanya, mengapa wanita menangis
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa- masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, berbaktilah, selagi masih ada waktu…..karena di kakinyalah kita menemukan surga.

kecerdasan emosional terbagi dalam 5 ranah yang dijabarkan lebih detail menjadi 15 komponen. Secara ringkas digambarkan dalam penjelasan berikut:

Ranah intrapribadi
Ranah ini terkait dengan apa yang biasanya disebut sebagai “inner self” (diri terdalam, batiniah). Dunia intrapribadi menentukan seberapa mendalamnya perasaan kita, seberapa puas kita terhadap diri sendiri dan prestasi kita dalam hidup. Sukses dalam ranah ini mengandung arti bahwa kita bisa mengungkapkan perasaan kita, bisa hidup dan bekerja secara mandiri, tegar, dan memiliki rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan dan keyakinan kita. Ranah ini terdiri dari 5 komponen yaitu:
1. Kesadaran diri

yaitu kemampuan untuk mengenal dan memilah-milah perasaan, memahami hal yang sedang kita rasakan dan mengapa hal itu kita rasakan, dan mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut. Kesadaran diri yang sangat rendah dialami penderita alexythimia (tidak mampu mengungkapkan perasaan secara lisan)

2. Sikap asertif

(ketegasan, keberanian menyatakan pendapat), yang meliputi tiga komponen dasar: (1) kemampuan mengungkapkan perasaan (misalnya untuk menerima dan mengungkapkan perasaan marah, hangat, dan seksual); (2) kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka (mampu menyuarakan pendapat, menyatakan ketidaksetujuan dan bersikap tegas, meskipun secara emosional sulit melakukan ini dan bahkan sekalipun kita mungkin harus mengorbankan sesuatu); dan (3) kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi (tidak membiarkan orang lain mengganggu dan memanfaatkan kita). Orang asertif bukan orang yang suka terlalu menahan diri dan juga bukan pemalu – mereka bisa mengungkapkan perasaannya (biasanya secara langsung) tanpa bertindak agresif maupun melecehkan.

3. Kemandirian

yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Orang yang mandiri mengandalkan diri sendiri dalam merencanakan dan membuat keputusan penting. Kendati demikian, mereka bisa saja meminta dan mempertimbangkan pendapat orang lain sebelum akhirnya membuat keputusan yang tepat bagi mereka sendiri. Ingat, meminta pendapat orang lain jangan selalu dianggap pertanda ketergantungan. Orang yang mandiri mampu bekerja sendiri – mereka tidak mau bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan emosional mereka. Kemampuan untuk mandiri bergantung pada tingkat kepercayaan diri dan kekuatan batin seseorang, dan keinginan untuk memenuhi harapan dan kewajiban tanpa diperbudak oleh kedua jenis tuntutan itu.

4. Penghargaan diri

yaitu kemampuan untuk menghormati dan menerima diri sendiri sebagai pribadi yang pada dasarnya baik. Menghormati diri sendiri intinya adalah menyukai diri sendiri apa adanya. Penghargaan diri adalah kemampuan untuk mensyukuri berbagai aspek dan kemungkinan positif yang kita cerap dan dan juga menerima aspek negatif dan keterbatasan yang ada pada diri kita dan tetap menyukai diri kita. Penghargaan diri adalah memahami kelebihan dan kekurangan kita, dan menyukai diri sendiri, “dengan segala kekurangan dan kelebihannya”. Unsur dasar dari kecerdasan emosional ini dikaitkan dengan berbagai perasaan umum, seperti rasa aman, kekuatan batin, rasa percaya diri, dan rasa sanggup hidup mandiri. Perasaan yakin pada diri sendiri ditentukan oleh adanya rasa hormat diri dan harga diri, yang tumbuh akibat kesadaran akan jati diri – kesadaran yang berkembang dengan cukup baik. Orang yang memiliki rasa penghargaan diri yang bagus akan merasa berpuas dengan diri mereka sendiri. Lawan dari penghargaan diri adalah rasa rendah diri dan rasa tidak puas pada diri sendiri.

5. Aktualisasi diri

yaitu kemampuan untuk mengejawantahkan kemampuan kita yang potensial. Unsur kecerdasan emosional ini diwujudkan dengan ikut serta dalam perjuangan untuk meraih kehidupan yang bermakna, kaya, dan utuh. Berjuang mewujudkan potensi kita berarti mengembangkan aneka kegiatan yang dapat menyenangkan dan bermakna, dan bisa juga diartikan sebagai perjuangan seumur hidup dan kebulatan tekad untuk meraih sasaran jangka panjang. Aktualisasi diri adalah suatu proses perjuangan berkesinambungan yang dinamis, dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan bakat kita secara maksimal, dan berusaha dengan gigih dan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri kita secara menyeluruh. Kegairahan terhadap bidang yang kita minati akan menambah semangat dan motivasi untuk terus memupuk minat itu. Aktualisasi diri merupakan bagian dari rasa kepuasan diri.

Ranah antarpribadi
Ranah ini berhubungan dengan apa yang dikenal sebagai keterampilan berinteraksi. Mereka yang berperan dengan baik dalam ranah ini biasanya bertanggungjawab dan dapat diandalkan. Mereka memahami, berantaraksi, dan bergaul dengan baik dengan orang lain dalam berbagai situasi. Mereka membangkitkan kepercayaan dan menjalankan perannya dengan baik sebagai bagian dari suatu kelompok. Ranah ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:
6. Empati

yaitu kemampuan untuk menyadari, memahami, dan menghargai perasaan dan pikiran orang lain. Empati adalah “menyelaraskan diri” (peka) terhadap apa, bagaimana, dan latar belakang perasaan dan pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut merasakan dan memikirkannya. Bersikap empatik artinya mampu “membaca orang lain dari sudut pandang emosi”. Orang empatik peduli pada orang lain dan memperlihatkan minat dan perhatiannya pada mereka.

7. Tanggungjawab sosial

yaitu kemampuan untuk menunjukkan bahwa kita adalah anggota kelompok masyarakat yang dapat bekerja sama, berperan, dan konstruktif. Unsur kecerdasan emosional ini meliputi bertindak secara bertanggungjawab, meskipun mungkin kita tidak mendapatkan keuntungan apa pun secara pribadi, melakukan sesuatu untuk dan bersama orang lain, bertindak sesuai hati nurani, dan menjunjung tinggi norma yang berlaku di masyarakat. Orang yang mempunyai tanggungjawab sosial memiliki kesadaran sosial dan sangat peduli pada orang lain. Kesadaran sosial dan kepedulian ini tampak dalam kemampuaanya memikul tanggungjawab hidup bermasyarakat. Orang yang mempunyai tanggungjawab sosial memiliki kepekaan antarpribadi dan dapat menerima orang lain, serta dapat menggunakan bakatnya demi kebaikan bersama, tidak hanya demi dirinya sendiri. Orang yang tidak mempunyai tanggungjawab sosial akan menunjukkan sikap antisosial, bertindak sewenang-wenang pada orang lain, dan memanfaatkan orang lain.

8. Hubungan antarpribadi

yaitu kemampuan membina dan memelihara hubungan yang saling memuaskan yang ditandai dengan keakraban dan saling memberi serta menerima kasih sayang. Kepuasan bersama ini mencakup antaraksi sosial bermakna yang berpotensi memberikan kepuasan serta ditandai dengan saling memberi dan menerima. Keterampilan menjalin hubungan antarpribadi yang positif dicirikan oleh kepedulian kepada sesama. Unsur kecerdasan emosional ini tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk membina persahabatan dengan orang lain, tetapi juga dengan kemampuan merasa tenang dan nyaman berada dalam jalinan hubungan tersebut, serta kemampuan memiliki harapan positif yang menyangkut antaraksi sosial.

Ranah penyesuaian diri
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan kita untuk menilai dan menanggapi situasi yang sulit. Keberhasilan dalam ranah ini mengandung arti bahwa kita dapat memahami masalah dan merencanakan pemecahan yang ampuh, dapat menghadapi dan memecahkan masalah keluarga, serta dapat menghadapi konflik, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kerja. Ranah ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:
9. Pemecahan masalah

yaitu kemampuan untuk mengenali dan merumuskan maslah, serta menemukan dan menerapkan pemecahan yang ampuh. Memecahkan masalah bersifat multifase dan mensyaratkan kemampuan menjalani proses berikut: (1) memahami masalah dan percaya pada diri sendiri, serta termotivasi untuk memecahkan masalah itu secara efektif; (2) menentukan dan merumuskan masalah sejelas mungkin (misalnya dengan mengumpulkan informasi yang relevan); (3) menemukan sebanyak mungkin alternatif pemecahan (misalnya curah gagasan); (4) mengambil keputusan untuk menerapkan salah satu alternatif pemecahan (misalnya menimbang-nimbang kekuatan dan kelemahan setiap alternatif, kemudian memilih alternatif yang terbaik); (5) menilai hasil penerapan alternatif pemecahan yang digunakan, dan (6) mengulang proses di atas apabila masalahnya tetap belum terpecahkan. Pemecahan masalah berkaitan dengan sikap hati-hati, disiplin, dan sistematik dalam menghadapi dan memandang masalah. Kemampuan ini juga berkaitan dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik dan menghadapi, bukan menghindari masalah.

10. Uji realitas

yaitu kemampuan menilai kesesuaian antara apa yang dialami dan apa yang secara objektif terjadi. Uji realitas adalah “menyimak” situasi yang ada di depan kita. Uji realitas adalah kemampuan melihat hal secara objektif, sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita inginkan atau takutkan. Menguji derajat kesesuaian ini mensyaratkan pencarian bukti-bukti objektif untuk menegaskan, membenarkan, dan mendukung perasaan, persepsi, dan pikiran kita. Penekanannya adalah pada kepragmatisan, keobjektifan, cukupnya persepsi kita, dan keaslian gagasan serta pikiran kita. Aspek penting unsur kecerdasan emosional ini meliputi kemampuan berkonsentrasi dan memusatkan perhatian kita berusaha menilai dan menghadapi situasi yang ada di depan kita. Uji realitas ini berkaitan dengan tidak menarik diri dari dunia luar, penyesuaian diri dengan situasi langsung, dan ketenangan serta kejelasan persepsi dan proses berpikir. Secara sederhana, uji realitas adalah kemampuan untuk secara akurat “menilai” situasi yang ada di depan kita.

11. Sikap fleksibel

yaitu kemampuan menyesuaikan emosi, pikiran, dan perilaku dengan perubahan situasi dan kondisi. Unsur kecerdasan emosional ini mencakup seluruh kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak biasa, tidak terduga, dan dinamis. Orang yang fleksibel adalah orang yang tangkas, mampu bekerjasama yang menghasilkan sinergi, dan dapat menanggapi perubahan secara luwes. Orang seperti ini bersedia berubah pikiran jika ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka salah. Pada umumnya mereka terbuka dan mau menerima gagasan, orientasi, cara, dan kebiasaan yang berbeda. Kemampuan mereka untuk mengubah pikiran dan perilaku tidaklah semau gue ataupun dibuat-buat, melainkan sesuai dengan umpan balik perubahan yang mereka terima dari lingkungan. Orang yang tidak memiliki kemampuan ini cenderung kaku dan keras kepala. Mereka sulit beradaptasi di lingkungan yang baru dan kurang pintar memanfaatkan peluang baru.

Ranah pengendalian stres
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan menanggung stress tanpa harus ambruk, hancur, kehilangan kendali, atau terpuruk. Keberhasilan dalam ranah ini berarti bahwa kita biasanya dapat tetap tenang, jarang bersifat impulsif, dan mampu menghadapi tekanan. Di lingkungan kerja, kemampuan ini sangat vital jika kita selalu menghadapi pekerjaan yang tenggatnya ketat dan karena harus jungkir balik memenuhi berbagai macam tuntutan yang menyita waktu. Di rumah, kemampuan ini memungkinkan kita tetap dapat menjalankan tugas rumah tangga yang padat sambil sekaligus menjaga kesehatan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen, yaitu:
12. Ketahanan menanggung stres

yaitu kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan positif menghadapi stress. Kemampuan ini didasarkan pada: (1) kemampuan memilih tindakan untuk menghadapi stres (banyak akal dan efektif, dapat menemukan cara yang pas, tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya); (2) sikap optimis menghadapi pengalaman baru dan perubahan pada umumnya dan optimis pada kemampuan sendiri untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapi; dan (3) perasaan bahwa kita dapat mengendalikan atau berperan dalam menangani situasi stres dengan tetap tenang dan memegang kendali. Ketahanan menanggung stres berarti memiliki segudang tanggapan yang sesuai untuk menghadapi situasi yang menekan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi. Orang yang tahan menghadapi stres akan menghadapi, bukan menghindari, krisis dan masalah, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa. Perasaan cemas, yang sering muncul ketika ketahanan ini luntur, akan berdampak buruk pada kinerja secara umum karena kecemasan akan menurunkan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, dan muncul masalah somatik seperti gangguan tidur.

13. Pengendalian impuls

yaitu kemampuan menolak atau menunda impuls, dorongan, atau godaan untuk bertindak. Pengendalian impuls ini mencuatkan kemampuan menampung impuls agresif, tetap sabar dan mengendalikan sikap agresif, permusuhan, serta perilaku yang tidak bertanggungjawab. Masalah dalam hal pengendalian impuls ini akan muncul dalam bentuk sering merasa frustasi, impulsif, sulit mengendalikan amarah, bertindak kasar, kehilangan kendali diri, menunjukkan perilaku yang meledak-ledak dan tak terduga.

Ranah suasana hati umum
Ranah ini berkaitan dengan pandangan kita tentang kehidupan, kemampuan kita bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta keseluruhan rasa puas dan kecewa yang kita rasakan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen, yaitu:
14. Kebahagiaan

yaitu kemampuan untuk merasa puas dengan kehidupan kita, bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta bersenang-senang. Kebahagiaan adalah gabungan dari kepuasan diri, kepuasaan secara umum, dan kemampuan menikmati hidup. Orang yang bahagia sering merasa senang dan nyaman, baik selama bekerja maupun pada waktu luang; mereka menikmati hidup dengan bebas, dan menikmati kesempatan untuk bersenang-senang. Kebahagiaan berhubungan dengan perasaan riang dan penuh semangat. Kebahagiaan adalah produk sampingan dan/atau barometer yang menunjukkan derajar kecerdasan dan kinerja emosional kita. Orang yang derajat kebahagiaannya rendah dapat menderita gejala depresi, seperti cenderung merasa cemas, merasa tidak pasti akan masa depan, menarik diri dari pergaulan, kurang semangat, berpikiran murung, merasa bersalah, tidak puas pada hidup dan, dalam kasus yang ekstrem, memikirkan dan berperilaku yang mengarah ke bunuh diri.

15. Optimisme

yaitu kemampuan melihat sisi terang kehidupan dan memelihara sikap positif, sekalipun ketika berada dalam kesulitan. Optimisme mengasumsikan adanya harapan dalam cara orang menghadapi kehidupan. Optimisme adalah pendekatan yang positif terhadap kehidupan sehari-hari. Optimisme adalah lawan pesimisme, yang merupakan gejala umum depresi.

14 April 2009

pikiran bagai api yang perlu dinyalakan bukan tong yang perlu diisi

Jika kau memutuskan untuk menyerah maka semuanya berakhir sampai disitu

Orang akan menjadi kuat bila harus melindungi seseorang yang dia sayangi

Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan

Satu-satunya pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak dilontarkan

Suatu ide adalah kombinasi baru dari unsur-unsur lama

Jangan sia-siakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
Jangan sia-siakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu
Jangan sia-siakan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
Jangan sia-siakan masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu
Jangan sia-siakan masa hidupmu sebelum datang masa matimu

Gairah + visi + aksi = sukses

Praktikan saja!

Proses lebih baik dari pada hasil

Tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu

Jangan menghakimi diri sendiri

Walau yang kulakukan adalah setetes air di lautan yang luas, tapi aku sudah membuat lautan itu menjadi lebih luas

Mulai dari hal yang kecil
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari sekarang

Selalu memperbaiki diri
Selalu berusaha dengan baik

Senyum, salam, sapa, sopan santun.

Imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan

Ilmu yang paling baik adalah yang kau cari sendiri

Bisa itu karena biasa

Jangan pikirkan hal buruk yang belum tentu terjadi, tapi lakukanlah yang terbaik untuk saat ini

Hukum rimba itu bukan alasan untuk menyerah

Jika mereka bisa kamu juga pasti bisa

Satu-satunya kegagalan dalam hidup adalah kegagalan untuk mencoba

Yang namanya bakat adalah 99% kerja keras dan 1% ilham

Kau tak akan pernah tau bila belum mencobanya

Belajarlah dengan melihatnya, mendengarnya, merasakannya, dan mempraktikannya

Berpikirlah positif

Kerja keras, pantang menyerah, dan percaya diri

Menjadi dirimu sendiri, menggunakan bakamu sendiri, dan memperjuangkan apa yang benar sekalipun ada di tengah-tengah ketidak pastian, penderitaan, ketakutan, dan penganiayaan, adalah satu-satunya cara sejati untuk hidup.

Hal-hal paling baik dan paling indah di dunia ini tidak bisa dilihat dengan mata, atau disentuh … tapi dirasakan di hati

Kadang kita sulit untuk tetap eksis pada apa yang telah kita pilih, tapi kita harus tetap maju  walau apapun yang terjadi, (jangan jadi pecundang!) jika kau sudah memilih maka jangan pernah ada kemauan untuk menengok kebelakang, apalagi untuk kembali.

Tidak peduli berapa banyak yang kamu ketahui, pelajari lebih banyak lagi!!!!!

Hanya dirimulah yang bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada dirimu.

Sekarang atau tidak sama sekai!

Tidak ada rahasia kesuksesan yang ada hanyalah perencanaan yang matang,  kerja keras, dan konsistensi.

From ketika cinta bertasbih
Dalam dunia bisnis yang berhasil adalah mereka yang memahami bahwa, hanya sedikit perbedaan antara tantangan dan peluang, dan mereka bisa mengubahnya menjadi keuntungan.
Apakah bedanya nekat dengan memanfaatkan tantangan menjadi peluang?
Nekat adalah untuk mereka yang tidak tahu langkah – langkah pastinya menaklukan tantangan. Tapi bagi mereka yang tahu langkah – langkah pastinya, itu berarti tidak lagi nekat, tapi mengambil peluang dengan sedikit risiko!

The formula for succes is simple: practice and concentration then more practice and more concentration.

Manusia boleh berusaha tapi allah yang menentukan.

Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada allah yang membuat hati merana!

Mumet

Lagi mumet, bikin Shout Box ga bisa – bisa !!!!
Lagi puasa ui,…. sabar… sabar….

Kita adalah Ibrahim,

Yang dengan kampaknya menebas leher paganisme,

Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan kesombongan sang tiran,

Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat kebenaran dibalik rahasia alam semesta,

Yang dengan keberaniannya menundukan panasnya bara api,

Yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara tak bertuan,

Yang kecintaan kepada Robb-nya mengalahkan segala sesuatu,

merelakan semua kemahalan pengorbanan

************************************************

Kita adalah Musa,

Yang dengan tongkatnya m

meluluhlantakan keangkuhan dan kebodohan,

Yang dengan keberanian dan keimanannya

membelah lautan merah,

Yang dengan kekuatannya

Membunuh sang angkara murka,

Yang dengan ketegasannya

menciptakan sistem kepemimpinan

di tengah kaum yang terpecah belah,

Yang dengan bara semangat perjuangannya

membelah kaum yang tertindas

************************************************

Kita adalah Isa,

Yang dengan ketulusan kasih sayangnya

mencairkan kebekuan hati,

Yang dengan kelembutannya

menumbuhkan kehidupan,

Yang dengan pengorbanan tanpa pamrihnya

menyinari kegelapan paradigma materialitas,

Yang kejernihan hatinya

menguak segala rahasia kejahatan.

************************************************

Kita adalah Muhammad,

Yang pada dirinya terhimpun segala potensi kebaikan,

Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban  jahili yang rendah

kemudian membangun ketinggian hakikat peradaban manusia,

Yang kecintaan kepada Robb-nya

membuatnya tak peduli akan apa yang menimpanya,

Yang ketinggian akhlaqnya membuat hormat seluruh alam semesta,

Yang kecintaan kepada ummatnya membuatnya tak tenang berisitirahat,

Yang kezuhudannya telah menghindarkan diri dan keluarganya dari obsesi gelimang materi,

Yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

************************************************

Wahai Pemuda dan Pemudi Islam

Di pundakmu lah bertumpu berjuta harapan,

Di dirimulah terkumpul potensi keummatan,

Di tanganmu lah terletak penyelesaian

permasalahan ummat,

Di matamu lah  sinar kebajikan yang akan

menguak kegelapan,

Di azzammu lah tergantung bangunan ketinggian

peradaban manusia.

************************************************

Wahai Pemuda dan Pemudi Islam,

Raihlah ketinggian,

Gapailah kemuliaan

Temukan hakikat kebahagiaan sejati,

Tegarkan dirimu menghadang badai,

Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan,

Lambungkan jiwamu meninggi

Menembus batas birunya langit ……..

Karena di sanalah akan engkau temui

Robb-mu yang Maha Tinggi ……

last updated :20/08/2008

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi (bulan baru) Ramadhan 1429 H terjadi pada tanggal 31 Agustus 2008 pukul 02:59 WIB. Pada hari itu, hilal telah berada di atas ufuk ketika matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia

Berdasarkan perhitungan astronomi, hilal telah berada di atas ufuk ketika maghrib pada tanggal 31 Agustus 2008 (bertepatan dengan tanggal 29 Shaban 1429 H). Hilal tersebut telah berumur di atas 10 jam dan memiliki ketinggian di atas 4 derajat sehingga, berdasarkan kriteria LAPAN untuk visibilitas hilal, hilal tersebut telah dapat diamati (dirukyat). Ini berarti, berdasarkan kriteria LAPAN, 1 Ramadhan 1429 H akan bersesuaian dengan tanggal 1 September 2008.

sumber : http://www.dirgantara-lapan.or.id/index.php?nama=berita&opt=detail&no=119&id_topik

- memiliki pluginnya, bisa lewat download

- mengkopikan plugin tersebut ke folder instalasi wordpress, jika wordpress ada di server hosting maka plugin tersebut harus di upload ke server hosting tersebut

- kemudian aktifkan pluginnya

- biasanya ada plugin yang menambahkan menu pada admin panel, keterangan mengenainya bisa dilihat di manual plugin yang bersangkutan

Older Posts »