Saat itu aku berada dalam pesawat lion air tujuan banjarbaru kalimantan selatan, aku baru saja melakukan transit dari jakarta, sebelumnya memulai perjalanan dari pekanbaru riau. Perjalanan melelahkan mengingat ini pertama kalinya melakukan 2kali naik peswat beruntun. Aku menemukan sebuah majalah, yg memiliki cerita singkat menarik, kira2 ceiritanya itu :
“Tersebutlah sebuah peguruan silat pada jaman dahulu, saat itu sang guru perguruan akan mewariskan sebuah ilmu spesial kepada seorang murid saja. Waktu itu terdapat 2 orang murid yang pantas menerimanya. Maka sang guru memutuskan untuk memberikan sebuah ujian kepada keduanya, siapa yang lolos dan menang, maka dialah yang berhak mendapatkan ilmu spesial tadi.
Ujian itu merupakan sebuah lomba mengumpulkan kayu/ranting di dalam hutan sebanyak-banyaknya. Sang guru hanya menyediakan kampak kepada keduanya yang bisa diambil di dalam gudang penyimpanan. Lomba itu dimulai esok harinya pada jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Salah seorang murid itu, katakanlah si pekerja keras berpikir bahwa besok dia tidak boleh bangun kesiangan, maka dia kemudian cepat-cepat tidur pada malam harinya, sehingga besok bisa memulai lomba tepat waktu dan bisa menghimpun tenaga lebih banyak.
Sedangkan apa yang dilakukan murid satunya lagi? katakanlah dia si pekerja cerdas. Setelah dijelaskan tentang lomba itu, dia tidak cepat-cepat tidur, dia berpikir tentang apa yang mesti dia persiapkan untuk lomba besok. Pertama-tama dia mengecek kampak yang akan dipakai buat lomba, ternyata kampak yang disediakan sang guru itu tidak terlalu tajam alias tumpul, maka dia mengasah kampak tersebut. kemudian dia juga mepersiapkan tali tambang untuk mengikat ranting2 itu buat lomba.
Esok harinya ternyata sang pekerja keras memang memulai lomba tepat waktu, dia langsung pergi dengan membawa kampak di gudang, dia baru menyadari kampak itu tidak terlalu tajam saat dipakai untuk memotong ranting pepohonan. Maka dia membutuhkan tenaga yang lebih untuk memotong ranting2 tersebut. tapi dia tidak mudah mengeluh, dia terus melanjutkan usahanya mengumpulkan ranting2
Sang pekerja cerdas memulai lomba telat dari jadwal, dia baru bangun dan memulainya jam 10. dia langsung menuju hutan dan mulai mengumpulkan ranting. kampak yang dia gunakan sudah tajam, dia tidak terlalu kesuhanan dalam memotong ranting2 itu. Ranting2 yang dia kumpulkan pun gampang dia bawa, karena tali yang dia persiapkan pada malam harinya, telah siap untuk mengikatnya. pada jam 3 sore dia sudah merasa cukup dalam mengumpulkan ranting2 itu, dia mengumpulkan 2 ikatan ranting2 yang masing2 dipanggul dengan panggulan pada bahunya
Apa yang terjadi pada pekerja keras? dia benar2 bekerja ekstra keras, sudah berkali-kali dia istirahat karena kelelahan. dia pun hanya pulang dengan memanggul ranting2 sebanyak setengah dari hasil pekerja cerdas, walau dia mencarinya lebih lama dari jam 7 sampai jam 5 sore, sedang lawannya hanya mengumpulkan dari jam 10 sampai 3 sore. Dan pada akhirnya si pekerja cerdas memenangkan perlombaan”